Cara Budidaya Tanaman Anggrek
Tips Budidaya Tanaman Hias Anggrek
2. Pemindahan Bibit Anggrek
Bibit yang berkembang akan dipindahkan ke media tanamnya. Untuk anggrek Epiphyt, bibit yang sudah mulai berkembang dipindahkan ke batang pohon yang rindang dan cukup disinari matahari dengan ukuran sedang (tidak terlalu terik).
Sedangkan untuk anggrek Terrestris, pindahkan ke pot yang belih besar. Untuk pot yang digunakan sendiri ada baiknya memilih pot berbahan tanah liat dengan beberapa lubang di bawahnya untuk membantu proses drainase air.
Kemudian, media tanam tanaman anggrek terdiri dari campuran beberapa komponen. Seperti pecahan batu bata atau genteng, batang pakis, serutan atau potongan kayu, sabut kelapa dan arang kayu.
Jika kamu ingin menyederhanakan proses ini, beli saja pot yang sudah berisikan media tanam untuk anggrek.
3. Pemeliharaan Anggrek
Dalam budidaya tanaman hias anggrek, siram sebanyak dua kali sehari dengan air bersih. Namun jika musim penghujan tiba, maka pindahkan anggrek di tempat yang memiliki atap, agar tak diguyur hujan terus menerus. Karena nantinya akan memicu pembusukan akar anggrek.
Tanaman hias anggrek sebenarnya tak bisa sembarangan diberikan pupuk. Jika kamu ingin mempercepat pertumbuhan anggrek, maka tanya ahli atau toko tempat kamu membeli bibit anggrek tersebut terkait jenis pupuk yang cocok.
4. Pendewasaan Anggrek
Jika kamu sudah merawatnya dengan baik, maka tinggal tunggu saja hingga tanaman hias anggrek menjadi dewasa dan berbunga lebat. Sebenarnya, anggrek remaja juga sudah berbunga, tetapi belum terlalu banyak.
Butuh waktu yang lama memang untuk melakukan budidaya tanaman hias anggrek. Rata-rata waktunya mulai dari 1 tahun hingga 6 tahun. Sehingga usaha ini bisa kamu jadikan usaha sampingan saja, sekaligus menekuni hobi menanam tanaman hias.
Untuk melakukan budidaya tanaman hias anggrek, kamu harus menyimak tips berikut ini.
Sinar Matahari
Anggrek harus ditanam di tempat yang terdapat sinar matahari dengan intensitas cukup, serta suhu tempat penanaman sekitar 14 derajat sampai 36 derajat Celcius. Hal ini penting untuk membantu pertumbuhan anggrek itu sendiri. Tapi, berbeda jenis anggrek juga membedakan kadar sinar matahari yang dibutuhkan.
Jenis anggrek Vanda, Renanthera dan Arachnis membutuhkan sinar matahari langsung. Kemudian jenis Ancedium, Dendrobium dan Cattleya membutuhkan sinar matahari tak langsung. Sedangkan jenis Phaphiopedilum dan Phalaenopsis cocok ditanam di halaman rumah yang teduh.
Sinar Matahari
Anggrek harus ditanam di tempat yang terdapat sinar matahari dengan intensitas cukup, serta suhu tempat penanaman sekitar 14 derajat sampai 36 derajat Celcius. Hal ini penting untuk membantu pertumbuhan anggrek itu sendiri. Tapi, berbeda jenis anggrek juga membedakan kadar sinar matahari yang dibutuhkan.
Jenis anggrek Vanda, Renanthera dan Arachnis membutuhkan sinar matahari langsung. Kemudian jenis Ancedium, Dendrobium dan Cattleya membutuhkan sinar matahari tak langsung. Sedangkan jenis Phaphiopedilum dan Phalaenopsis cocok ditanam di halaman rumah yang teduh.
Ketinggian
Ketinggian daratan dari tempat budidaya tanaman hias anggrek juga harus dipertimbangkan. Jenis anggrek Vanda dan Arachnis sebaiknya ditanam di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Anggrek Dendrobium, Oncidium atau Cattleya sebaiknya ditanam pada ketinggian 500 sampai 1000 mdpl. Serta anggrek Cymbidium dan anggrek Miltonia di atas 1001 mdpl.
Ketinggian daratan dari tempat budidaya tanaman hias anggrek juga harus dipertimbangkan. Jenis anggrek Vanda dan Arachnis sebaiknya ditanam di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Anggrek Dendrobium, Oncidium atau Cattleya sebaiknya ditanam pada ketinggian 500 sampai 1000 mdpl. Serta anggrek Cymbidium dan anggrek Miltonia di atas 1001 mdpl.
Pertumbuhan Akar dan Batang
Saat anggrek tumbuh, akarnya terkadang muncul ke permukaan tanah atau pot. Jika melihat hal ini, tandanya tanaman anggrek tumbuh dengan baik dan membutuhkan pot yang lebih besar. Jadi, jangan menekan akar ke dalam tanah ya!.
Kemudian batang anggrek yang hidup menempel di batang pohon lain atau hidup di pot juga bisa saja roboh karena beban dari bunga yang tumbuh melengkung ke bawah. Antisipasi hal ini dengan menyangga batang di tiang bambu kecil.
Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek
Saat anggrek tumbuh, akarnya terkadang muncul ke permukaan tanah atau pot. Jika melihat hal ini, tandanya tanaman anggrek tumbuh dengan baik dan membutuhkan pot yang lebih besar. Jadi, jangan menekan akar ke dalam tanah ya!.
Kemudian batang anggrek yang hidup menempel di batang pohon lain atau hidup di pot juga bisa saja roboh karena beban dari bunga yang tumbuh melengkung ke bawah. Antisipasi hal ini dengan menyangga batang di tiang bambu kecil.
Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek
1. Tanam Bibit Anggrek
Tahap pertama dari budidaya tanaman hias anggrek adalah dengan membeli bibit. Bibit dijual sekitar 17.500 rupiah untuk 10 bibit dengan umur bibit 3-5 bulan. Bibit ini ditempatkan di pot kecil berukuran botol air mineral ukuran sedang.
Tapi, Ada pula bibit berumur 1 tahun yang sudah memiliki daun dan akar. Jika kamu memilih bibit ini, kamu hanya perlu menanam bibit selama 3 bulan, lalu pindahkan ke pot kecil berdiameter 6 cm sampai 12 cm. Setelah 3 bulan lagi, pindahkan lagi ke pot besar untuk dilakukan budidaya tanaman hias anggrek.
Tahap pertama dari budidaya tanaman hias anggrek adalah dengan membeli bibit. Bibit dijual sekitar 17.500 rupiah untuk 10 bibit dengan umur bibit 3-5 bulan. Bibit ini ditempatkan di pot kecil berukuran botol air mineral ukuran sedang.
Tapi, Ada pula bibit berumur 1 tahun yang sudah memiliki daun dan akar. Jika kamu memilih bibit ini, kamu hanya perlu menanam bibit selama 3 bulan, lalu pindahkan ke pot kecil berdiameter 6 cm sampai 12 cm. Setelah 3 bulan lagi, pindahkan lagi ke pot besar untuk dilakukan budidaya tanaman hias anggrek.
2. Pemindahan Bibit Anggrek
Bibit yang berkembang akan dipindahkan ke media tanamnya. Untuk anggrek Epiphyt, bibit yang sudah mulai berkembang dipindahkan ke batang pohon yang rindang dan cukup disinari matahari dengan ukuran sedang (tidak terlalu terik).
Sedangkan untuk anggrek Terrestris, pindahkan ke pot yang belih besar. Untuk pot yang digunakan sendiri ada baiknya memilih pot berbahan tanah liat dengan beberapa lubang di bawahnya untuk membantu proses drainase air.
Kemudian, media tanam tanaman anggrek terdiri dari campuran beberapa komponen. Seperti pecahan batu bata atau genteng, batang pakis, serutan atau potongan kayu, sabut kelapa dan arang kayu.
Jika kamu ingin menyederhanakan proses ini, beli saja pot yang sudah berisikan media tanam untuk anggrek.
3. Pemeliharaan Anggrek
Dalam budidaya tanaman hias anggrek, siram sebanyak dua kali sehari dengan air bersih. Namun jika musim penghujan tiba, maka pindahkan anggrek di tempat yang memiliki atap, agar tak diguyur hujan terus menerus. Karena nantinya akan memicu pembusukan akar anggrek.
Tanaman hias anggrek sebenarnya tak bisa sembarangan diberikan pupuk. Jika kamu ingin mempercepat pertumbuhan anggrek, maka tanya ahli atau toko tempat kamu membeli bibit anggrek tersebut terkait jenis pupuk yang cocok.
4. Pendewasaan Anggrek
Jika kamu sudah merawatnya dengan baik, maka tinggal tunggu saja hingga tanaman hias anggrek menjadi dewasa dan berbunga lebat. Sebenarnya, anggrek remaja juga sudah berbunga, tetapi belum terlalu banyak.
Butuh waktu yang lama memang untuk melakukan budidaya tanaman hias anggrek. Rata-rata waktunya mulai dari 1 tahun hingga 6 tahun. Sehingga usaha ini bisa kamu jadikan usaha sampingan saja, sekaligus menekuni hobi menanam tanaman hias.

Komentar
Posting Komentar